Oktober 30, 2012

14 Tip Perawatan Kesehatan Kaki



1.       Jaga kebersihan kaki Jaga kebersihan kaki yang baik untuk mengurangi bakteri
2.       Ubah kaus kaki Ubah kaus kaki Anda setidaknya sekali sehari atau mengganti sepatu anda dua hari sekali jika Anda mengalami banyak keringat)
3.       Beri bedak kaki Beri bedak kaki dan selalu menghapus di anatara jari kaki untuk menghilangkan uap air berlebih, sehingga tidak ‘menyumbat’ antara jari kaki).
4.       Kenakan kaus kaki lembut dan tebal Kenakan kaus kaki lembut dan tebal untuk membantu menyerap kelembaban. Kaus kaki serat alami, seperti wol atau kapas dan bahan penyerap lainnya yang lebih baik.
5.       Pilih Alas kaki Yang terbaik Hindari penggunaan kaus kaki nilon atau sepatu plastik. Gunakan sepatu yang terbuat dari kulit, kanvas, bahan lain yang membiarkan kaki bernapas.
6.       Keringkan sepatu Bila menggunakan sepatu yang sama dalam waktu dua hari berturut-turut gunakan kesempatan untuk mengeringkan Keluarkan dari soles di dalamnya dan jemur untuk membantu pengeringan
7.       Rendam Air Hangat Mandi kaki Anda setiap hari di air hangat dengan sabun ringan dan benar-benar kering, khususnya antara jari kaki. Untuk masalah kulit kaki kering, ia menyarankan untuk tak lupa mengoleskan body lotion di daerah kaki. Pilih yang mengandung banyak pelembab. Selain mengoleskan pelembab, jangan lupa merendam kaki selama setengah jam dalam air hangat seminggu dua atau tiga kali. Setelah itu bersihkan kaki dengan sikat lembut. Untuk mengikis sel-sel kulit mati dan kulit yang kapalan, kaki bisa digosok menggunakan scrub atau batu apung. Kulit kapalan harus benar-benar siap terlebih dahulu sebelum digosok dengan scrub atau batu apung. Kulit di bagian itu harus dilunakkan dulu dengan produk yang mengandung asam salisilat, asam laktik, dan karbamid. Asam salisilat berfungsi melepaskan dan menghilangkan sisik pada lapisan stratum korneum. Asam laktik berfungsi meningkatkan kadar air pada kulit, sedangkan karbamid sebagai pelembab pada kulit kaki kering.
8.       Pedikur. Jangan lupa minta pada terapis kaki Anda untuk memoles kutek pada kuku kaki. Kaki Anda bakal terlihat indah dan terawat.
9.       Hindari duduk terlalu lama. Duduk terlalu lama akan membuat kaki bengkak.
10.   Batasi asupan garam. Ini juga akan membuat kaki Anda bengkak.
11.   Batasi pemakaian stiletto. Memang Anda jadi terlihat seksi dan menarik bila memakai stiletto, tetapi sebaiknya jangan terlalu lama memakainya. Sepatu ini oke jika dipakai ke pesta, tetapi kurang nyaman bila dipakai ke kantor.
12.   Oleskan minyak zaitun. Pilih minyak zaitun jenis extra virgin. Jenis zaitun ini adalah sumber vitamin E yang baik dan bisa jadi pelembab untuk mengatasi tumit dan kaki kering.
13.   Tambahkan susu atau minyak esensial. Teteskan minyak esensial kesukaan Anda pada air rendaman kaki. Anda rileks, kaki pun jadi cantik. Anda juga bisa memanjakan kaki dengan mandi susu karena susu bisa melembutkan dan melembabkan kaki.
14.   Pijat refleksi kaki. Pijat ini bersifat merilekskan. Tawaran pijat refleksi sekarang mudah ditemui. Bahkan, ada yang menawarkan pijat refleksi sekaligus pedikur


20 Gangguan Kaki Tanda Gangguan Serius Pada Tubuh


Kaki mewakili kondisi kesehatan tubuh secara menyeluruh. Nyeri atau kondisi yang berbeda pada kaki merupakan tanda adanya gangguan kesehatan yang serius dalam organ tubuh atau sistem tubuh lainnya. Kedua kaki manusia  terdiri lebih dari 50 tulang, yang menyusuh lebih dari 60 persendian, 200 otot, tendon, dan ligamen, sehingga bisa melakukan berbagai aktifitas kehidupan manusia.  Berbagai  problem kesehatan bisa berdampak terhadap kaki. Berjalan kaki setiap hari saja sudah membuat kaki mendapatkan tekanan terus-menerus.
Permasalahan  kaki bisa muncul berbagai problem kesehatan karena merupakan bagian tubuh yang paling jauh dari jantung. Di jantung, darah dipompa agar tiba di kaki melalui arteri. Gangguan peripheral arterial, menyebabkan penurunan volume darah yang sampai di bagian kaki. Hal ini disebabkan adanya plak atau penyumbatan  pada pembuluh darah. Akibatnya, kaki dan bagian kaki bawah tidak mendapat cukup darah yang kaya oksigen, yang dibutuhkan untuk berkembang. Diabetes juga termasuk jenis penyakit yang mengurangi aliran darah yang tidak di bagian kaki.
Selain itu, memang ada sejumlah gangguan minor yang berpengaruh pada kulit kaki atau tulang dan lapisan bagian dalamnya.  Anda tak bisa mengabaikan kondisi kaki dan menganggapnya ”hanya” terjadi di kaki. Sebab, jika Anda tidak bisa berjalan dengan nyaman, segala aktivitas fisik yang biasa dilakukan harus dihentikan. Ujung-ujungnya tentu berdampak pada penurunan kualitas hidup. Jadi berlatih kebugaran atau melakukan kegiatan sederhana, sebaiknya degera berkonsultasi ke dokter.

1.       Nyeri kaki Nyeri pada kaki pun bisa dipicu oleh berbagai penyebab. Anda sebaiknya tidak mengabaikan gangguan pada kaki. Jika kaki terasa nyeri, mungkin Anda akan segera menyalahkan sepatu hak tinggi. Tetapi ada penyebab lain yang kurang disadari, yakni olahraga high impact yang terlalu intens seperti basket atau lari. Kondisi tulang yang rapuh akibat osteoporosis juga meningkatkan rasa nyerinya.

2.       Kaki terasa dingin Kondisi ini bisa dipicu oleh banyak hal. Salah satunya, rendahnya aliran darah ke kaki. Problem sirkulasi darah kadang-kadang terkait dengan konsumsi rokok, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung. Kerusakan saraf karena diabetes yang tidak terkontrol juga bisa membuat kaki terasa dingin. Kemungkinan terkait dengan anemia dan hypothyroidism.

3.       Jari kaki putih, biru, dan merah Penyakit Raynaud bisa mmebuat jari-jari kaki berubah menjadi putih, kemudian kebiruan, dan kembali merah lagi. Penyebabnya adalah penyempitan di arteri yang disebut vasospasm. Penyakit ini juga terkait dengan artritis reumatoid atau gangguan tiroid. Penyakit Reynaud bisa memicu jari kaki berubah dari putih kemudian biru, lantas memerah hingga akhirnya kembali ke warna natural.  Gangguan ini disebabkan oleh penyempitan arteri yang disebut vasospasms. Stress atau perubahan suhu bisa juga menjadi faktur pemicunya. Selain penyakit Raynaud mungkin juga terkait dengan reumatoid arthritis, gangguan thyroid.

4.       Jalan diseret Kemungkinan disebabkan kerusakan saraf periferal. Sebanyak 30 persen kasus ini ditemukan terkait dengan serangkan diabeter.  Kerusakan saraf periferal juga dapat disebabkan oleh infeksi, defisiensi vitamin, dan asupan alkohol yang tinggi.


5.       Jari melengkung Biasanya ditunjukkan dengan kuku yang lebih bulat pada bagian ujung dan melengkung ke bawah. Kondisi ini sering kali disebabkan adanya gangguan pada paru-paru. Namun bisa juga dipicu oleh penyakit jantung, hati, dan gangguan pencernaan.

6.       Kaki bengkak Bila terjadi dalam waktu temporer, mungkin disebabkan oleh posisi berdiri yang tidak terlalu lama atau baru saja melakukan perjalanan panjang. Khususnya bagi ibu yang tengah berbadan dua. Jika terlihat kontras dan berlangsung lama, bisa jadi ada serangan penyakit serius, seperti sirkulasi darah yang buruk, penyumbatan darah, atau gangguan pada sistem limpatik. Problem pada ginjal juga bisa menyebabkan kondisi seperti ini.

7.       Kaki terasa terbakar Kondisi ini kerap ditemukan pada pasien diabetes dan yang mengalami kerusakan saraf periferal. Namun bisa juga disebabkan kekurangan vitamin B, penyakit ginjal kronis, sirkulasi darah pada kaki yang busuk, dan hypothyroidism.

8.       Nyeri pada ibu jari Encok biasanya menjadi pemicu sakit yang mendadak muncul pada persendian ibu jari kaki ini. Bisanya, dibarengi kulit yang memerah dan membengkak. Osteoarthritis merupakan pemicu lainnya.

9.       Nyeri menusuk Nyeri yang tajam menusuk di kaki secara tiba-tiba ini bisa menjadi karena kram atau kejang pada otot akibat kelelahan. Kemungkinan hal ini dipicu oleh sirkulasi darah yang buruk, dehidrasi, ketidakseimbangan asupa potasium, magnesium, kalsium, dan vitamin D. Perubahan hormon saat hamil atau gangguan thyroid juga bisa memicu kondisi seperti ini.

10.   Kuku putih Cedera pada kuku kaki atau rasa sakit pada bagian tubuh lainnya bisa menyebabkan kuku kaki menjadi putih. Jika warna putihnya meliputi sebagian besar kuku, bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang serius, seperti penyakit hati, diabetes, atau gagal jantung.

11.   Kuku menguning Kuku kaki bisa menunjukkan kondisi kesehatan secara umum. Menebalnya warna kuning pada kuku bisa disebabkan oleh infeksi jamur, selain itu bisa jadi pertanda hadirnya penyakit lymphedema, penyakit paru-paru, atau rheumatoid arthritis.

12.   Kuku Kaki rusak, bahkan hampir lepas atau sudah terlepas Pada penderita alergi khususnya sensitif kulit atau dermatitis atopi sering mengalami keluhan tersebut. Hal ini diperberat oleh alergi makanan tertentu dan sering megalam,i inmfeksi flu batuk dan pilek dalam waktu berdekatan dan jangka panjang..

13.   Kaki bengkak Biasanya dipicu karena berdiri terlalu lama atau terlalu banyak duduk seperti dalam pesawat jarak jauh. Namun jika kaki selalu bengkak bisa dicurigai adanya gangguan sirkulasi, gangguan limfa atau pembekuan darah.

14.   Kaki terasa terbakar Sensasi rasa terbakar di kaki sering dialami pasien diabetes yang mengalami kerusakan saraf periferal. Bisa juga diakibatkan kekurangan vitamin B, penyakit ginjal kronik, atau hipotiroid.

15.   Borok susah sembuh Borok di bagian kaki yang sulit sembuh adalah gejala utama diabetes.

16.   Nyeri di jempol Penyakit asam urat atau gout sering menyebabkan rasa nyeri mendadak pada sendi kaki, disertai dengan bengkak dan kemerahan. Penyebab lain misalnya osteoartritis.

17.   Kaki gatal Rasa gatal pada kulit bisa disebabkan karena penyakit kaki atlet, infeksi jamur yang sering menyerang pria usia 20-40 tahun.

18.   Jari kaki bengkok Deformitas atau perubahan bentuk jari kaki paling banyak disebabkan karena sepatu yang sempit. Penyebab lain, meski jarang adalah gangguan saraf seperti diabetes.

19.   Perubahan cara berjalan Terkadang gejala pertama yang kurang disadari adalah perubahan cara berjalan. Biasanya dipicu karena berkurangnya sensasi normal kaki secara perlahan akibat kerusakan saraf. Sekitar 30 persen kasus seperti ini akibat diabetes. Kerusakan saraf juga bisa diakibatkan oleh infeksi, kurang vitamin dan kecanduan alkohol.

20.   Perubahan jari kaki Perubahan yang tampak misalnya kuku agak membulat di atas dan melengkung ke bawah. Penyakit paru sering menjadi penyebabnya, tetapi juga bisa dipicu penyakit jantung, liver, dan infeksi. Meski begitu ada pula yang merupakan faktor keturunan
Source: childrenfootclinic

September 30, 2012

Deteksi Mata Juling Sejak Dini


Segeralah ke dokter bila kita menemukan kelainan di mata si kecil. Jangan ditunda, demi masa depannya.
Mata memiliki banyak fungsi. Di samping untuk melihat dalam arti ketajaman penglihatan, mata juga berfungsi untuk melihat warna dan melihat luas lapangan. “Selain itu, fungsi yang paling tinggi adalah kesadaran ruang (stereovision),” ujar dokter spesialis mata dari RS Mata Aini, Dr. Abdul Manan Ginting.
Kesadaran ruang adalah kemampuan membedakan jauh dekat dan hanya bisa dilakukan jika kedua mata memiliki fungsi yang baik. “Kedua belah mata harus mempunyai penglihatan yang baik atau hampir sama baiknya dan mempunyai kemampuan untuk berfusi atau bekerja bersama,” lanjut Ginting.
Nah, apa yang terjadi jika mata juling? “Mata juling yang tidak segera ditangani akan mengakibatkan si penderita kehilangan kemampuan stereovision untuk selama-lamanya,” tegas Ginting. Orang-orang ini akan kehilangan lapangan pekerjaan tertentu, misalnya pilot, ahli bedah, dan sebagainya. “Ia tidak memiliki perspektif. Jadi, jangan anggap sepele. Harus segera dikenali dan ditangani.” 

FUNGSI RUSAK
Menurut Ginting, mata harus selalu bergerak harmonis, baik ke kanan, ke kiri, ke atas, maupun ke bawah. Selain itu, mata juga harus selalu menuju pada satu titik, baik melihat jauh maupun dekat. Gerakan kedua mata ini bisa harmonis karena ada 6 buah otot yang menggerakkannya. Keenam otot ini memiliki 3 buah syaraf mata yang berpusat di otak.
Juling atau strabismus atau squint bisa terjadi karena berbagai faktor. Misalnya saja, faktor bawaan. Juling juga bisa terjadi karena kerusakan pada otot, syaraf, atau karena pusatnya yang rusak. Pusat yang rusak ini bisa di pusatnya sendiri, tetapi bisa juga akibat mata yang tidak mendapat rangsangan. “Kalau mata tidak mendapat perangsangan, ya, sentrumnya tidak bisa bekerja. Akibatnya, tidak bisa mengatur ke mana mata akan melihat,” ujar Ginting.
Pada orang dewasa, juling lebih banyak terjadi karena kelainan syaraf, misalnya karena radang atau stroke. Sedangkan pada anak, yang paling banyak terjadi adalah juling karena gangguan pada otot-otot mata. Pada anak, juling karena gangguan syaraf seringkali terjadi karena trauma persalinan. “Misalnya persalinan yang menggunakan vacuum. Ini bisa membuat salah satu otot menjadi lumpuh,” lanjut Ginting.
Gangguan otot mata bisa karena impuls/rangsangan yang diberikan oleh syaraf bekerjanya tidak sama untuk semua otot. “Ada yang over action atau under action, sehingga mata menjadi tidak harmonis,” lanjut dokter lulusan UI ini.
Selain fungsinya yang rusak, bisa juga karena ototnya yang memiliki kelainan. “Ada otot yang memang terlalu lemah dan ada yang terlalu besar, sehingga mata dalam gerakannya tidak normal. Ini biasanya dibawa dari lahir dan seringkali ada faktor-faktor genetik,” ujar Ginting.
Ada lagi juling yang tidak ada hubungannya dengan otot atau syaraf, yaitu pada bayi atau anak yang penglihatannya jelek atau bahkan buta. “Dalam keadaan istirahat, mata akan bergerak keluar, misalnya saat tidur. Nah, mata yang tidak bisa melihat, tidak bisa dipacu untuk melihat suatu benda, sehingga akan bergerak ke arah luar. Akibatnya, mata akan menjadi juling.”
Di sisi lain, terdapat pula juling yang bukan juling, yang terjadi pada kelompok etnis Cina atau Jepang. Bayi yang baru lahir dari kelompok etnis ini, secara relatif memiliki jarak antara pinggir kelopak mata yang lebar. Akibatnya, terkesan matanya masuk ke dalam (telecanthus) dan dianggap juling. “Juling semacam ini disebut juling palsu (pseudo strabismus) dan akan hilang sendiri setelah anak dewasa,” ujar Ginting.

 JENIS KELAINAN

Juling dibagi menjadi 2 bagian, yakni juling manifest (trophia/nyata). Juling jenis ini bisa dilihat langsung oleh orang awam. Misalnya, mata keluar, satu ke atas satu ke bawah, atau satu ke kanan satu ke kiri.
Juling trophia harus lebih cepat ditangani. Karena pada juling jenis ini, biasanya salah satu mata akan menjadi lebih dominan, sementara yang lainnya menjadi tidak dominan. “Nah, mata yang tidak dominan ini tidak pernah bisa memberikan impuls ke otak sehingga otak tidak bisa berkembang. Akibatnya, penglihatannya pun tidak berkembang,” ujar Ginting. Ini yang disebut ambyopia atau lazy eyes atau mata malas.
Jika ini yang terjadi, sebaiknya segera ditangani sedini mungkin. “Jangan sampai menunggu hingga anak berusia lebih dari usia 4 tahun.” Penanganannya bisa dengan merangsang mata yang malas.
Yang paling sederhana adalah dengan menutup mata yang berfungsi bagus, kemudian memaksa mata yang juling tersebut untuk digunakan. “Kalau sudah ada kemajuan, baru dilakukan operasi supaya mata tidak kembali menjadi malas,” ujar Ginting. Atau sebaliknya, dilakukan operasi terlebih dulu, kemudian baru dilakukan perangsangan. “Tetapi biasanya yang didahulukan adalah mengembalikan fungsinya.”
Ada juga juling manifest tetapi bermasa depan bagus, yakni alternating squint. “Juling jenis ini, mata yang digunakan bergantian. Pada posisi tertentu mata kanan yang digunakan dan pada posisi tertentu mata kiri yang dipakai. Jadi, tidak terjadi lazy eyes,” ujar dokter yang juga praktek di Jakarta Eye Center.
Juling yang kedua adalah juling yang disebut intermitten atau phoria. “Juling ini hanya terjadi kadang-kadang saja dan biasanya lebih susah didiagnosis karena secara fisik tidak tampak. Ini dapat dikenali misalnya saat melamun,” ujar Ginting.
Penanganan juling intermitten masih bisa menunggu sampai anak menjadi lebih dewasa. “Karena untuk juling jenis ini, pada saat tertentu kedua mata bisa bekerja bersama. Sehingga, kalau pada suatu saat ia dioperasi, kedua matanya sudah memiliki kemampuan melihat bersama-sama (fusi).”
Sebetulnya, semua operasi mata juling adalah untuk memperkuat dan melemahkan otot, karena impulsnya sama namun responnya beda. Impuls A pada satu otot, gerakannya dibuat menjadi 10, tetapi di otot lain menjadi 20 sehingga tidak harmonis. Karena itu, otot yang salah ini diperlemah. “Tetapi, kalau satu saja yang diperlemah, otot bisa menjadi disfungsi.
Karena itu, yang kuat dilemahkan dan yang lemah dikuatkan supaya seimbang,” jelas Ginting lebih lanjut.

BISA PULIH
Begitulah, ada juling yang bisa dengan mudah dikenali dan ada juga yang tidak mudah dikenali. “Jadi, sebaiknya anak segera diperiksakan ke dokter mata sedini mungkin supaya tidak terlambat. Jika usia anak sudah di atas 9 tahun, prospek kesembuhannya hampir tidak ada,” tambah Ginting.
Juling juga tidak mengenal perbedaan strata sosial maupun ekonomi. “Bisa menimpa anak perempuan atau laki-laki. Banyak anak yang juling berasal dari orangtua yang tidak juling. Yang penting adalah bagaimana kita mengenali dan melakukan tindakan supaya fungsi mata tidak terganggu. Kalau ditemukan lebih dini, maka 100 persen bisa dipulihkan, kok,” ujar Ginting.

Terapi Mata Juling
Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengetahui apakah anak juling atau tidak. Tentu, yang paling baik adalah membawanya ke dokter. Beberapa tips dari Dr. Abdul Manan Ginting di bawah ini bisa membantu untuk mengetahui apakah anak juling atau tidak:

·         Hirsberg Test

 Caranya dengan menyenter kedua mata dari jarak sekitar 50 cm. Kemudian lihat, di mana titik cahaya lampu senter. Kalau kedua titik cahaya berada di tengah mata, berarti mata normal (ortho).

Selain mengarahkan tepat dari depan, tes ini juga bisa dilakukan dengan menggerakkan lampu senter ke kiri atau ke kanan. Yang normal, letak titik selalu simetris. Kalau lampu senter diarahkan miring ke kanan, maka kedua titik cahaya di mata pun dua-duanya ke sebelah kanan. Kalau titik cahaya satu di tengah dan satu di pinggir, maka kemungkinan besar anak juling.

·         Cover Uncover Test

 Tes ini biasanya untuk anak yang lebih besar, misalnya setelah usia 1 tahun. Caranya, dengan menggunakan lampu senter atau boneka yang diletakkan di muka anak. Kemudian mata kiri dan kanan kita tutup bergantian.

Pada mata normal, mata tidak akan bergerak dan tetap menghadap ke arah lampu senter atau boneka. Ini berarti fungsinya bagus. Otak akan berkata, “Kamu lihat ke senter/boneka itu!” Kalau bergerak pada waktu tutupnya dipindahkan, maka kemungkinan besar ia juling.

·         Menutup Satu Mata

 Caranya, tutuplah sebelah mata anak. Misalnya, mata kanannya. Jika mata kanannya jelek, maka ketika ditutup, anak tidak akan marah atau mencoba menepis tangan yang menutupi matanya tersebut. Anak akan marah ketika Anda menutupi mata kirinya, karena penglihatannya terhalang. Ini menunjukkan bahwa mata sebelah kanannya tak baik.

Selain tes untuk mengetahui apakah anak juling, tes ini juga penting, karena ada anak yang tidak juling tetapi salah satu matanya tidak melihat. Misalnya, anak yang lahir dari ibu yang menderita toksoplasma. “Matanya bagus, tapi ia tidak bisa melihat, karena bagian vital retinanya mengalami kerusakan karena parasit toksoplasma,” ujar Ginting.